Membaca Masa Lalu
Bukan menanyakan apa yang terjadi, melainkan bagaimana pengetahuan tentangnya diproduksi — arsip mana yang disimpan, kurikulum mana yang disusun, monumen mana yang didirikan.
Lihat karyanyaSaya Nunu A. Hamijaya. Dua puluh tahun menelusuri arsip, notulen kongres, dan risalah yang jarang dibuka, untuk satu pertanyaan sederhana: siapa yang menentukan apa yang kita ingat sebagai sejarah — dan apa yang ditinggalkan di luar halaman.
Membaca sejarah tanpa kesadaran hanya menghasilkan nostalgia; kesadaran tanpa peradaban hanya berhenti sebagai renungan. Ketiganya dikerjakan bersama.
Bukan menanyakan apa yang terjadi, melainkan bagaimana pengetahuan tentangnya diproduksi — arsip mana yang disimpan, kurikulum mana yang disusun, monumen mana yang didirikan.
Lihat karyanyaKisah Adam sebagai cermin: menerima amanah, diajari nama-nama, tergoda khuldi, lalu diberi jalan kembali. Empat babak yang terus berulang dalam hidup setiap orang.
Lihat karyanyaAmanah melahirkan ilmu, ilmu melahirkan kekhalifahan, kekhalifahan melahirkan peradaban. Yang sedang kita tulis hari ini akan dibaca sebagai sejarah nanti.
Lihat karyanyaRantai yang diperiksa dalam setiap tulisan
Banyak kemunduran tidak terjadi karena kekurangan sumber daya, melainkan karena satu simpul dilewati — biasanya ilmu, kadang amanah. Selengkapnya →
Setiap judul dapat Anda intip beberapa halaman pertamanya secara gratis, langsung di peramban, tanpa perlu mengunduh apa pun.
Kontestasi kedaulatan dan transformasi konfigurasi negara Indonesia, 1945–1950 — Jilid IV
Piagam Jakarta, 57 hari, dan kalimat yang dicoret — Jilid II Tetralogi Islam Bernegara
Siapa yang menentukan apa yang kita ingat sebagai sejarah
Kehendak Berpemerintahan Sendiri (Zelfbestuur 1916) — Jilid I Tetralogi Islam Bernegara
Mengaudit cara sejarah diproduksi: apa yang dipilih untuk diingat, dan siapa yang memilihnya.
2 karyaTetralogi zelfbestuur — kehendak berpemerintahan sendiri umat Islam bangsa Indonesia, 1916–1962.
4 karyaDari kisah Adam ke kesadaran diri: amanah, ilmu, godaan khuldi, dan jalan kembali.
1 karyaAmanah melahirkan ilmu, ilmu melahirkan kekhalifahan, kekhalifahan melahirkan peradaban.
1 karyaMenelusuri periwayatan gagasan melalui orang, dokumen, dan peristiwa.
1 karyaMembaca ulang desain negara: proklamasi, konstitusi, dan perubahannya.
1 karyaBaca beberapa halaman pertama tiap judul secara gratis. Tidak ada kucing dalam karung.
Tiap klaim disertai dokumen, terbitan sezaman, atau kesaksian yang disebutkan sumbernya.
Pembelian tersimpan di Perpustakaan Saya. Ganti perangkat kapan pun, berkasnya tetap ada.
Bila naskah dikoreksi berdasarkan temuan baru, edisi barunya Anda dapatkan gratis.
Kontestasi kedaulatan dan transformasi konfigurasi negara Indonesia, 1945–1950 — Jilid IV
Piagam Jakarta, 57 hari, dan kalimat yang dicoret — Jilid II Tetralogi Islam Bernegara
Revolusi Islam Bernegara di Indonesia, 1916–1962 — Jilid III Tetralogi Islam Bernegara
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan memikulnya dan khawatir akan mengkhianatinya — lalu dipikullah amanah itu oleh manusia.QS Al-Ahzab: 72
Membaca ulang konsep kenegaraan Indonesia dan disjungsi konstitusional 1945–2002
Menelusuri mata rantai perjuangan Islam bernegara di Indonesia
“Bagian sejarah ini jarang dibahas terbuka. Terima kasih sudah menyusunnya dengan tertib dan bersumber.”
“Yang membuat saya tenang membacanya: setiap klaim disertai dokumen. Saya sempat mengecek dua di antaranya ke arsip dan cocok.”
“Selama ini saya mengira sejarah itu daftar peristiwa. Setelah buku ini, saya jadi bertanya siapa yang menyusun daftarnya.”
“Tidak menyangka buku sejarah bisa membuat saya merenung tentang diri sendiri. Bab tentang amanah saya baca berulang.”
“Nyaman dibaca di tablet, catatan kakinya bisa diklik, dan pratinjaunya membuat saya yakin sebelum membeli.”
“Saya bukan mahasiswa sejarah, tapi tetap bisa mengikuti. Istilah asing selalu dijelaskan waktu pertama kali muncul.”
“Nyaman dibaca di tablet, catatan kakinya bisa diklik, dan pratinjaunya membuat saya yakin sebelum membeli.”
“Nyaman dibaca di tablet, catatan kakinya bisa diklik, dan pratinjaunya membuat saya yakin sebelum membeli.”
Satu surel setiap kali ada tulisan baru terbit — berisi ringkasan temuan, kutipan dokumen yang jarang dibuka, dan kode diskon khusus pembaca buletin. Tanpa spam, berhenti kapan saja.
Dengan berlangganan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.