Akhirnya ada yang menuliskannya
Bagian sejarah ini jarang dibahas terbuka. Terima kasih sudah menyusunnya dengan tertib dan bersumber.
Lima cara membaca masa lalu
“Sebelum bertanya “apa yang terjadi”, tanyakan lebih dulu: siapa yang bercerita, untuk siapa, dan apa yang ia tinggalkan di luar halaman.”
Sebuah panduan kerja yang ringkas. Buku ini menawarkan lima modul untuk mengaudit teks sejarah apa pun — buku pelajaran, artikel populer, unggahan media sosial, maupun pidato kenegaraan.
Modul pertama memeriksa cacat logika: anakronisme, teleologi, dan post hoc fallacy. Modul kedua memeriksa akurasi faktual dan cara verifikasinya. Modul ketiga membedah mitos sejarah — penyederhanaan naratif yang terasa benar karena sering diulang. Modul keempat menelusuri penghapusan: omission, silencing, reclassification, dan substitution. Modul kelima menguji nativisme sejarah, yaitu menjadikan pengalaman kelompok sendiri sebagai ukuran tunggal.
Setiap modul ditutup lembar kerja satu halaman yang bisa langsung dipakai untuk membedah satu teks. Cocok dipakai di kelas, halaqah, atau kelompok diskusi.
Buku ini terdiri atas 224 halaman. Pratinjau gratis mencakup 7 halaman pertama.
| SKU | NAH-006 |
|---|---|
| Judul | Meng-Audit Sejarah |
| Penulis | Nunu A. Hamijaya |
| Penerbit | PUSBANGTER, Jatinangor |
| Tahun terbit | 2025 |
| ISBN | 978-623-3561-14-7 |
| Jumlah halaman | 224 halaman |
| Bahasa | Indonesia |
| Format | PDF (digital) |
| Ukuran berkas | 1.0 MB |
| Batas unduh | 5 kali, berlaku 1 tahun sejak pembelian |
Bagian sejarah ini jarang dibahas terbuka. Terima kasih sudah menyusunnya dengan tertib dan bersumber.
Bagian sejarah ini jarang dibahas terbuka. Terima kasih sudah menyusunnya dengan tertib dan bersumber.
Yang membuat saya tenang membacanya: setiap klaim disertai dokumen. Saya sempat mengecek dua di antaranya ke arsip dan cocok.
Kronologi dan daftar dokumen di belakang buku itu harta karun. Saya jadikan titik awal riset skripsi.
Siapa yang menentukan apa yang kita ingat sebagai sejarah
Kontestasi kedaulatan dan transformasi konfigurasi negara Indonesia, 1945–1950 — Jilid IV
Piagam Jakarta, 57 hari, dan kalimat yang dicoret — Jilid II Tetralogi Islam Bernegara