Rujukannya bisa ditelusuri
Yang membuat saya tenang membacanya: setiap klaim disertai dokumen. Saya sempat mengecek dua di antaranya ke arsip dan cocok.
Piagam Jakarta, 57 hari, dan kalimat yang dicoret — Jilid II Tetralogi Islam Bernegara
““…dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Tujuh kata itu hidup selama lima puluh tujuh hari, lalu hilang dalam satu rapat sore.”
Pada 22 Juni 1945 sebuah rumusan disepakati. Pada 18 Agustus 1945 tujuh kata di dalamnya dihapus. Di antara dua tanggal itu terbentang lima puluh tujuh hari yang jarang diceritakan utuh di ruang kelas.
Buku ini membaca ulang peristiwa tersebut bukan sebagai anekdot konstitusional, melainkan sebagai peristiwa historiografis: bagaimana sebuah keputusan cepat kemudian dinarasikan sebagai kesepakatan bulat, dan bagaimana pihak-pihak yang keberatan perlahan menghilang dari catatan.
Penulis menyandingkan notulen BPUPK dan PPKI, kesaksian para pelaku, serta terbitan pers sezaman, lalu menguji semuanya dengan pertanyaan sederhana: siapa yang hadir, siapa yang tidak, dan mengapa versi tertentu yang akhirnya diwariskan.
Bukan buku untuk membuka luka, melainkan untuk mengembalikan detail yang telanjur dipadatkan menjadi satu kalimat pelajaran.
Buku ini terdiri atas 296 halaman. Pratinjau gratis mencakup 6 halaman pertama.
| SKU | NAH-002 |
|---|---|
| Judul | Toedjoeh Kata |
| Penulis | Nunu A. Hamijaya |
| Penerbit | PUSBANGTER, Jatinangor |
| Tahun terbit | 2019 |
| ISBN | 978-623-4839-75-8 |
| Jumlah halaman | 296 halaman |
| Bahasa | Indonesia |
| Format | PDF (digital) |
| Ukuran berkas | 1.0 MB |
| Batas unduh | 5 kali, berlaku 1 tahun sejak pembelian |
Yang membuat saya tenang membacanya: setiap klaim disertai dokumen. Saya sempat mengecek dua di antaranya ke arsip dan cocok.
Yang membuat saya tenang membacanya: setiap klaim disertai dokumen. Saya sempat mengecek dua di antaranya ke arsip dan cocok.
Tidak menyangka buku sejarah bisa membuat saya merenung tentang diri sendiri. Bab tentang amanah saya baca berulang.
Kontestasi kedaulatan dan transformasi konfigurasi negara Indonesia, 1945–1950 — Jilid IV
Revolusi Islam Bernegara di Indonesia, 1916–1962 — Jilid III Tetralogi Islam Bernegara
Kehendak Berpemerintahan Sendiri (Zelfbestuur 1916) — Jilid I Tetralogi Islam Bernegara